• OSTEOARTHRITIS

    OSTEOARTHRITIS

    OSTEOARTHRITIS

     

    Artikel Rumah Sakit

    Oleh: dr. Hendar Nugrahadi Priambodo, Sp. OT

    Apakah Anda pernah mengalami nyeri pada sendi? Mungkin sudah dan mungkin juga belum. Hampir bisa dipastikan, mayoritas orang pernah mengalaminya. Masyarakat awam biasanya langsung beranggapan, hal itu disebabkan rematik atau asam urat. Sebagian lagi berpikir itu akibat osteoporosis. Lantas apa sebetulnya dan bagaimana dengan solusinya?

     “Jadi osteoarthritis itu merupakan radang pada sendi atau kerusakan pada tulang rawan sendi. Penyakit ini dapat terjadi pada seluruh sendi, baik sendi kecil maupun sendi yang besar di antara dua tulang. Sebetulnya tidak ada kapur. Kondisi ini membuat orang jadi salah paham. Mereka jadi takut minum kalsium karena khawatir kapurnya bertambah besar, padahal sama sekali tidak ada hubungannya,” jelas dr. Hendar.

    Kerusakan tulang rawan tersebut, sambung dr. Hendar, dapat terjadi pada seluruh tulang rawan. Mulai dari lutut, engkel, panggul, bahu, tulang belakang, hingga siku. Tak hanya itu, stadiumnya pun berbeda-beda. Derajat ringan, tulang rawannya seperti lembek. Ada juga yang seolah berserabut dan bolong. Bahkan yang lebih berat lagi, di bawah tulang rawan terdapat tulang dan tulang itu ikut tergerus.

    Lantas apa faktor risiko sehingga terjadi osteoarthritis? Kata dr. Hendar, yaitu jika bobot badan berat, kegegemukan atau obesitas. Berikutnya adalah melakukan olahraga yang terlalu high impact sehingga pernah cedera pada sendinya, kaum hawa, dan faktor keturunan atau herediter.

    “Umumnya terjadi pada orang tua, karena osteoarthritis tergolong penyakit degeneratif. Tapi, osteoarthritis dibagi dua, primer dan sekunder. Primer terjadi tanpa sebab yang tidak jelas. Ini biasanya terjadi pada orang tua. Sedangkan sekunder, terjadi karena faktor yang lain, misalnya, patah tulang, yang patahannya sampai ke sendi, sedangkan perbaikannya tidak benar. Ini dapat membuat osteoarthritis terjadi lebih awal, walau usianya masih muda,” imbuh dr. Hendar.

    OSTEOARTHRITIS DAN SOLUSINYA

    Penanganan Osteoarthritis

    Penanganan osteoarthritis, tergantung pada stadiumnya. Mi­salnya, cara suntik, itu hanya bisa untuk pasien dengan stadium awal. Metode ini bukan untuk stadium lanjut.

    Terapi suntik lutut ada 2, yaitu :

    1.    Terapi suntik untuk pereda nyeri dan bengkak

    Jika lutut sangat nyeri, anda bisa suntik pereda nyeri.

    2.    Terapi suntik untuk pelumas sendi lutut

    Sebelum melakukan penyuntikan, pertama harus tahu bahan yang akan di­suntikkan itu. Umumnya yang disuntikan adalah hyaluronic acid. jelas dr. Hendar,  “Tujuan penyuntikan untuk menambah cairan. Cair­an lutut yang normal itu sebenarnya ada. Namanya cairan sinofium yang dihasilkan dari sinufium-sinufium pada kapsul sendi. Fungsinya sebagai pelumas, agar sendi kita dapat bergerak dengan lancar dan halus. Cairan ini bisa berlebih juga. Jika terjadi radang, cairan ini dapat berlebih. Kalau sedang berlebih jangan disuntik, malah harus disedot. Jangan takut kering, tidak bakal kering.”

     “Bagi mereka yang pernah cedera, karena yang pernah cedera lebih bahaya untuk osteoarthritis, tangani dengan benar cederanya sehingga tidak ada osteoarthritis sekunder. Untuk yang primer, kurangi berat badan dan kurangi aktivitas high impact,” saran dr. Hendar.  

     

     

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply