• BAHAYA DIABETES BAGI IBU DAN ANAK

    BAHAYA DIABETES BAGI IBU DAN ANAK

    Kini, diabetes tidak hanya diderita oleh kelompok usia tua, namun sudah bergeser ke kelomp ok usia muda dan produktif. Akibat pergeseran ini, wanita usia subur pun semakin banyak yang mengidap diabetes.

    Hingga saat ini, 2 dari 5 wanita usia subur menderita diabetes, dengan mencapai lebih dari 60 juta wanita di seluruh dunia. Wanita penderita diabetes pada umumnya sulit hamil atau mengalami kesulitan selama proses persalinan. Hal ini pun bisa menyebabkan mordibitas dan mortalitas pada ibu dan bayi jika tidak didukung perencanaan pre-konsepsi pada ibu hamil.

    Berdasarkan riset International Diabetes Federation, 90% kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Diabetes gestasional merupakan kondisi ibu hamil mengalami intoleransi terhadap karbohidrat yang ditunjukkan dengan hiperglikemia yang pertama kali ditemukan saat kehamilan.

    Pada trimester pertama hingga pertengahan trimester kedua, kadar gula darah puasa dan postprandial lebih rendah daripada pada perempuan yang tidak hamil. Meningkatnya kadar gula darah dalam periode ini merefleksikan kemungkinan adanya diabetes dalam kehamilan. Pemerikasaan kadar gula darah pada ibu hamil biasanya dilakukan pada usia kehamilan 24-28 minggu. Pemeriksaan yang harus dilakukan untuk menentukan adanya diabetes gestasional pada ibu hamil adalah OGTT (setelah puasa 8-14 jam), gula darah plasma setelah 2 jam puasa.

    Diabetes gestasional bagi ibu hamil sangat berisiko menyebabkan kematian ibu hingga 4 kali lipat, serta dapat menimbulkan komplikasi serius pada proses persalinan. Tak hanya itu, data Lancet pada 2011 menyebutkan sebanyak 3 juta bayi lahir mati setiap tahunnya akibat diabetes gestasional.

    Ibu hamil penderita diabetes gestasional umumnya mengalami komplikasi saat proses persalinan dan cenderung melahirkan bayi dengan berat badan berlebih dengan risiko tinggi mengalami diabetes tipe 2, melahirkan bayi prematur atau cacat fisik. Meskipun diabetes gestasional merupakan fenomena yang bersifat sementara, lebih dari 50% wanita hamil dengan diabetes gestasional rentan menderita diabetes tipe 2. Fase perkembangan diabetes gestasional menuju diabetes tipe 2 umumnya terjadi 5-10 tahun setelah melahirkan.

    Untuk mencegah hal tersebut maka bisa dilakukan:

    1. Preconception counseling (konseling sebelum kehamilan)
    2. Melakukan modifikasi diet dan gaya hidup pada ibu hamil dengan diabetes gestasional dengan target:
    • Gula darah sebelum makan <95mg/dL
    • Gula darah 1 jam setelah makan <140mg/dL
    • Gula darah 2 jam setelah makan <120mg/dLPada ibu hamil yang sebelumnya memiliki riwayat diabetes baik tipe 1 maupun 2, ditargetkan:
    • Gula darah sebelum makan/ sewaktu 60-99mg/dL
    • Gula darah setelah makan 100-129mg/dL
    • HbA1C <6%

    3. Menjaga tekanan darah 110-129/65-79 mmHg. Jika disertai hipertensi maka dapat menggunakan obat anti hipertensi selain golongan ACE inhibitor dan ARB. (obat antihipertensi yang aman untuk ibu hamil: metildopa, labetolol, diltiazem, klonidin, prazoin)

    Selain intervensi tersebut, pada ibu yang memiliki riwayat diabetes ataupun diabetes gestasional dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi dan memberikan jarak antar kehamilan minimal 5 tahun. Pada ibu dengan riwayat diabetes maupun diabetes gestasional disarankan untuk membatasi jumlah persalinan, maksimal melahirkan sebanyak 3 kali mengingat risiko makrosomia dan komplikasi lainnya yang juga bisa membahayakan nyawa ibu.

    Bagi ibu hamil yang merasa memiliki risiko terkena diabetes gestasional, maka dianjurkan untuk segera menghubungi dokter spesialis kandungan di rumah sakit.

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply